Mengenal Pribadi Barkati yang Rendah Hati (9)

Jiwa kepemimpinan itu tidak hanya ditunjukan dengan penampilan rapi berdasi dan pidato yang berapi-api. Jiwa kepemimpinan lebih urgen ditunjukan dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Pemimpin itu penuh perhatian, peduli dan mengayomi. Ketika ada rakyat yang kesusahan pemimpin langsung turun ke lapangan. Boleh jadi tidak banyak yang bisa dia lakukan namun membersamai rakyat dalam perjuangan sudah merupakan sebuah kebahagiaan buat mereka.

Banyak bekerja, banyak berada di tengah rakyat dan hadir di saat-saat mereka butuh bimbingan akan menyatukan hati rakyat dengan sang pemimpin. Dan itu modal yang lebih mahal dari sekedar uang.

Ya, uang dan aneka materi memang sangat dibutuhkan dalam menjalani ikhtiar meraih kesejahteraan. Namun semua itu membutuhkan motivasi dan penanganan yang sejalan antara program pemerintah dengan kebutuhan masyarakat. Dan untuk mengetahuinya sang pemimpin harus banyak menimba informasi dan menyerap aspirasi rakyat.

Bila pemimpin dan rakyat sudah sehati, maka apa yang diputuskan oleh sang pemimpin pada hakikatnya adalah keinginan sekaligus kebutuhan rakyat juga. Hasilnya pembangunan akan seiring sejalan dan benar-benar beroreientasi pada kepentingan mereka.

Masih adakah pemimpin yang peduli membersamai dan berorientasi untuk kepentingan masyarata? Tentu saja ada. Dan salah satunya adalah bapak Muhammad Barkati, S.Sos, MH. Pemimpin Samarinda yang sudah lama membuktikan integritas kepemimpinannya tanpa banyak cerita.

Di masa merebaknya virus corona saat ini misalnya. Tanpa koar-koar dan tanpa banyak bicara beliau setiap hari mendatangi rakyatnya yang mengalami kesusahan dan kekhawatiran. Beliau menyapa, menenangkan, memberikan motivasi, bahkan melakukan aneka kegiatan untuk meringankan beban rakyatnya.

Beliau tak segan-segan turun langsung membersamai masyarakat melakukan aksi nyata. Melakukan penyemprotan, membagikan alat dan sarana kesehatan bahkan membantu orang yang kesusahan. Dan uniknya, saat memberikan bantuan materi justeru pak Barkati tidak melakukan sendiri, tidak memanfaatkannya buat penciteraan. Dan beritanyapun tidak tersebar di media, kecuali yang diposting oleh orang yang kebetulan menyaksikan.

Ya, kepedulian adalah hal pertama yang ditunjukan oleh seorang Barkati, putera kelahiran kota tepian yang saat ini menjadi wakil walikota Samarinda melanjutkan jabatan pendahulunya Almarhum H. Nusyirwan Ismail.

Bapak Muhammad Barkati tiap hari terus bergerak melakukan apa saja yang bisa Beliau lakukan. Beliau sadar bahwa beliau memiliki keterbatasan dalam beberapa hal termasuk materi, namun beliau yakin bahwa masih banyak yang bisa dilakukan dengan terjun langsung ke tengah masyarakat. Paling tidak dengan membersamai masyarakat dalam banyak kegiatannya beliau berharap bahwa masyarakat tidak merasa sendirian dalam berjuang menghadapi masa yang sulit saat ini. Ada pemimpin mereka yang hadir memberikan semangat, motivasi bahkan bakti nyata di lapangan.

Semoga bapak Muhammad Barkati selalu dilindungi Allah, dimudahkan jalan politiknya dan diberi kesuksesan memimpin Samarinda mendatang. Aamiin